Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2016

Threesome Dengan Bule dan Suamiku | ANGEL POKER


Angelpoker.com Tanpa Potongan Meja - Namaku Revita dan Suamiku Edi. Kami baru satu tahun melangsungkan perkawinan, tapi belum ada pertanda aku hamil. Sudah kucoba berdua periksa siapa yang mandul, tapi kata dokter semuanya subur dan baik-baik saja

Mungkin karena selama pacaran dulu kami sering ke Discotik, merokok dan sedikit mabuk. Itu kita lakukan setiap malam minggu selama tiga tahun, selama masa pacaran berlangsung. Suamiku seorang sales yang hampir dua hari sekali pasti ke luar kota, bahkan kadang satu minggu di luar kota, karena rasa kasihannya terhadapku, maka dia berniat untuk menyekat rumahku untuk membuka tempat kost agar aku tidak merasa sendirian di rumah.

Mula-mula empat kamar tersebut kami kost-kan untuk cewek-cewek, ada yang mahasiswa ada pula yang karyawati. Aku sangat senang ada teman untuk ngobrol-ngobrol. Setiap suamiku pulang dari luar kota, pasti dibawakan oleh-oleh agar mereka tetap senang tinggal di rumah kami.

Tetapi lama-kelamaan aku merasa makin tambah bising, setiap hari ada yang apel sampai larut malam, apalagi malam minggu, aduh bising sekali bahkan aku semakin iri pada mereka untuk kumpul bersama-sama satu keluarga.

Begitu suamiku datang dari luar kota, aku menceritakan hal-hal yang tiap hari kualami, akhirnya kita putuskan untuk membubarkan tempat kost tersebut dengan alasan rumah mau kita jual. Akhirnya mereka pun pada pamitan pindah kost.

Bulan berikutnya kita sepakat untuk ganti warna dengan cara kontrak satu kamar langsung satu tahun khusus karyawan-karyawan dengan syarat satu kamar untuk satu orang jadi tidak terlalu pusing untuk memikirkan ramai atau pun pulang malam.

Apalagi lokasi rumah kami di pinggir jalan jadi tetangga-tetangga pada cuek. Satu kamar diisi seorang bule berbadan gede, putih dan cakep. Untuk ukuran harga kamar kami langsung dikontan dua tahun dan ditambah biaya perawatan karena dia juga sering pulang malam.

Suatu hari suamiku datang dari luar kota, dia pulang membawa sebotol minuman impor dan obat penambah rangsangan untuk suami istri.

Suamiku bertanya, “Lho kok sepi-sepi aja, pada ke mana.”

“Semua pada pulang karena liburan nasional, tapi yang bule nggak, karena perusahaannya ada sedikit lembur untuk mengejar target”, balasku mesra.

Kemudian suamiku mengambil minumannya dan cerita-cerita santai di ruang tamu, “Nich sekali-kali kita reuni seperti di diskotik”, kata suamiku, “Aku juga membawa obat kuat dan perangsang untuk pasangan suami istri, ntar kita coba ya..”

Sambil sedikit senyum, kujawab, “Kangen ya.. emang cuman kamu yang kangen..”
Lalu kamipun bercanda sambil nonton film porno.
“Nich minum dulu obatnya biar nanti seru..” kata suamiku.

Lalu kuminum dua butir, suamiku minum empat butir.
“Lho kok empat sih.. nanti over lho”, kataku manja.
“Ach.. biar cepat reaksinya”, balas suamiku sambil tertawa kecil.

Satu jam berlangsung ngobrol-ngobrol santai di ruang tamu sambil nonton film porno, kurasakan obat tadi langsung bereaksi. Aku cuma mengenakan baju putih tanpa BH dan CD. Kita berdua duduk di sofa sambil kaki kita diletakkan di atas meja.


Kulihat suamiku mulai terangsang, dia mulai memegang lututku lalu meraba naik ke pahaku yang mulus, putih dan seksi. Buah dadaku yang masih montok dengan putingnya yang masih kecil dan merah diraihnya dan diremasnya dengan mesra, sambil menciumiku dengan lembut, perlahan-lahan suamiku membuka kancing bajuku satu persatu dan beberapa detik kemudian terbukalah semua pelapis tubuhku.

“Auh..” erangku, kuraba batang kemaluan suamiku lalu kumainkan dengan lidah, kukulum semuanya, semakin tegang dan besar. Dia pun lalu menjilat klitorisku dengan gemas, menggigit-gigit kecil hingga aku tambah terangsang dan penuh gairah, mungkin reaksi obat yang kuminum tadi.

Liang kewanitaanku mulai basah, dan sudah tidak kuat aku menahannya. “Ach.. Mas masukin yuk.. cepat Mas.. udah pingin nich..” sambil mencari posisi yang tepat aku memasukkan batang kemaluannya pelan-pelan dan, “Bless..”, batang kemaluan suamiku masuk seakan membongkar liang surgaku.

“Ach.. terus Mas.. aku kangen sekali..”, dengan penuh gairah entah kenapa tiba-tiba aku seperti orang kesurupan, seperti kuda liar, mutar sana mutar sini. Begitu pula suamiku semakin cepat gesekannya. Kakiku diangkatnya ke atas dan dikangkangkan lebar-lebar.

Perasaanku aneh sekali, aku seakan-akan ingin sekali diperkosa beberapa orang, seakan-akan semua lubang yang aku punya ingin sekali dimasuki batang kemaluan orang lain. Seperti orang gila, goyang sana, goyang sini sambil membayangkan macam-macam. Ini berlangsung lama sekali dan kita bertahan seakan-akan tidak bisa keluar air mani. Sampai perih tapi asik sekali. Sampai akhirnya aku keluar terlebih dahulu,

“Ach.. Mas aku keluar ya.. udah nggak tahan nich.. aduh.. aduh.. adu..h.. keluar tiga kali Mas”, desahku mesra. “Aku juga ya.. ntar kamu agak pelan goyangnya.. ach.. aduh.. keluar nich..” Mani kental yang hangat banyak sekali masuk ke dalam liang kenikmatanku. Dan kini kita berada dalam posisi terbalik, aku yang di atas tapi masih bersatu dalam dekapan.


Kucabut liang kewanitaanku dari batang kemaluan suamiku terus kuoles-oleskan di mulut suamiku, dan suamiku menyedot semua mani yang ada di liang kewanitaanku sampai tetes terakhir. Kemudian kita saling berpelukan dan lemas, tanpa disadari suamiku tidur tengkurap di karpet ruang tamu tanpa busana apapun, aku pun juga terlelap di atas sofa panjang dengan kaki telentang, bahkan film porno pun lupa dimatikan tapi semuanya terkunci sepertinya aman.

Ketika subuh aku terbangun dan kaget, posisiku bugil tanpa sehelai benang pun tetapi aku telah pindah di kamar dalam, tetapi suamiku masih di ruang tamu. Akhirnya perlahan-lahan kupakai celana pendek dan kubangunkan suamiku.

Akhirnya kami mandi berdua di kamar mandi dalam. Jam delapan pagi saya buatkan sarapan dan makan pagi bersama, ngobrol sebentar tentang permainan seks yang telah kami lakukan tadi malam. Tapi aku tidak bertanya tentang kepindahan posisi tidurku di dalam kamar, tapi aku masih bertanya-tanya kenapa kok aku bisa pindah ke dalam sendirian.

Sesudah itu suamiku mengajakku mengulangi permainan seks seperti semalam, mungkin pengaruh obatnya belum juga hilang. Aku pun disuruhnya minum lagi tapi aku cuma mau minum satu kapsul saja.

Belum juga terasa obat yang kuminum, tiba-tiba teman suamiku datang menghampiri karena ada tugas mendadak ke luar kota yang tidak bisa ditunda. Yah.. dengan terpaksa suamiku pergi lagi dengan sebuah pesan kalau obatnya sudah bereaksi kamu harus tidur, dan aku pun menjawabnya dengan ramah dan dengan perasaan sayang. Maka pergilah suamiku dengan perasaan puas setelah bercinta semalaman.

Dengan daster putih aku kembali membenahi ruang makan, dapur dan kamar-kamar kost aku bersihkan. Tapi kaget sekali waktu membersihkan kamar terakhir kost-ku yang bersebelahan dengan kamar tidurku, ternyata si bule itu tidur pulas tanpa busana sedikit pun sehingga kelihatan sekali batang kemaluan si bule yang sebesar tanganku. Tapi aku harus mengambil sprei dan sarung bantal yang tergeletak kotor yang akan kucuci.

Dengan sangat perlahan aku mengambil cucian di dekat si bule sambil melihat batang kemaluan yang belum pernah kulihat secara dekat. Ternyata benar seperti di film-film porno bahwa batang kemaluan bule memang besar dan panjang. Sambil menelan ludah karena sangatlah keheranan, aku mengambil cucian itu.

Tiba-tiba si bule itu bangun dan terkejut seketika ketika melihat aku ada di kamarnya. Langsung aku seakan-akan tidak tahu harus berkata apa.

“Maaf tuan saya mau mengambil cucian yang kotor”, kataku dengan sedikit gugup.
“Suamimu sudah berangkat lagi?” jawabnya dengan pelan dan pasti. Dengan pertanyaan seperti itu aku sangat kaget. Dan kujawab, “Kenapa?”.

Sambil mengambil bantal yang ditutupkan di bagian vitalnya, si bule itu berkata, “Sebelumnya aku minta maaf karena tadi malam aku sangat lancang. Aku datang jam dua malam, aku lihat suamimu tidur telanjang di karpet ruang tamu, dan kamu pun tidur telanjang di sofa ruang tamu, dengan sangat penuh nafsu aku telah melihat liang kewanitaanmu yang kecil dan merah muda, maka aku langsung memindahkan kamu ke kamar, tapi tiba-tiba timbul gairahku untuk mencoba kamu.


Mula-mula aku hanya menjilati liang kewanitaanmu yang penuh sperma kering dengan bau khas sperma lelaki. Akhirnya batang kemaluanku terasa tegang sekali dan nafsuku memuncak, maka dengan beraninya aku meniduri kamu.”

Dengan rasa kaget aku mau marah tapi memang posisi yang salah memang diriku sendiri, dan kini terjawablah sudah pertanyaan dalam benakku kenapa aku bisa pindah ke ruang kamar tidurku dan kenapa liang kewanitaanku terasa agak sakit

“Trus saya.. kamu apain”, tanyaku dengan sedikit penasaran

“Kutidurin kamu dengan penuh nafsu, sampai mani yang keluar pertama kutumpahkan di perut kamu, dan kutancapkan lagi batanganku ke liang kewanitaanmu sampai kira-kira setengah jam keluar lagi dan kukeluarkan di dalam liang kewanitaanmu”, jawab si bule.

“Oic.. bahaya nich, ntar kalo hamil gimana nich”, tanyaku cemas.
“Ya.. nggak pa-pa dong”, jawab si bule sambil menggandengku, mendekapku dan menciumku.

Kemudian dipeluknya tubuhku dalam pangkuannya sehingga sangat terasa batang kemaluannya yang besar menempel di liang kewanitaanku. “Ach.. jangan dong.. aku masih capek semalaman”, kataku tapi tetap saja dia meneruskan niatnya, aku ditidurkan di pinggir kasurnya dan diangkat kakiku hingga terlihat liang kewanitaanku yang mungil, dan dia pun mulai manjilati liang kewanitaanku dengan penuh gairah. Aku pun sudah mulai bernafsu karena pengaruh obat yang telah aku minum sewaktu ada suamiku.

“Auh.. Steve.. good.. teruskan Steve.. auh”. Satu buah jari terasa dimasukkan dan diputar-putar, keluar masuk, goyang kanan goyang kiri, terus jadi dua jari yang masuk, ditarik, didorong di liang kewanitaanku.

Akhirnya basah juga aku, karena masih penasaran Jhon memasukkan tiga jari ke liang kewanitaanku sedangkan jari-jari tangan kirinya membantu membuka bibir surgaku. Dengan nafsunya jari ke empatnya dimasukkan pula, aku mengeliat enak. Diputar-putar hingga bibir kewanitaanku menjadi lebar dan licin. Nafsuku memuncak sewaktu jari terakhir dimasukkan pula.

“Aduh.. sakit Steve.. jangan Steve.. ntar sobek.. Steve.. jangan steve”, desahku sambil mengeliat dan menolak perbuatannya, aku berusaha berdiri tapi tidak bisa karena tangan kirinya memegangi kaki kiriku.

Dan akhirnya, “Bless..” masuk semua satu telapak tangan kanan Steve ke dalam liang kewanitaanku, aku menjerit keras tapi Steve tidak memperdulikan jeritanku, tangan kirinya meremas payudaraku yang montok hingga rasa sakitnya hilang.

Akhirnya si bule itu tambah menggila, didorong, tarik, digoyang kanan kiri dengan jari-jarinya menggelitik daging-daging di dalamnya, dia memutar posisi jadi enam sembilan, dia menyumbat mulutku dengan batang kemaluannya hingga aku mendapatkan kenikmatan yang selama ini sangat kuharapkan.

“Auch.. Steve punyamu terlalu panjang hingga masuk di tenggorokanku.. pelan-pelan aja”, ucapku tapi dia masih bernafsu.

Tangannya masih memainkan liang kewanitaanku, jari-jarinya mengelitik di dalamnya hingga rasanya geli, enak dan agak sakit karena bulu-bulu tangannya menggesek-gesek bibir kewanitaanku yang lembut. Ini berlangsung lama sampai akhirnya aku keluar.

“Steve.. aku nggak tahan.. auch.. aouh.. aku keluar Steve auch, aug.. keluar lagi steve..” desahku nikmat menahan orgasme yang kurasakan.
“Aku juga mau keluar.. auh..” balasnya sambil mendesah.

Kemudian tangannya ditarik dari dalam liang kewanitaanku dan dia memutar berdiri di tepi kasur dan menarik kepalaku untuk mengulum kemaluannya yang besar. Dengan sangat kaget dan merasa takut, kulihat di depan pintu kamar ternyata suamiku datang lagi, sepertinya suamiku tidak jadi pergi dan melihat peristiwa itu.


Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kupikir sudah ketahuan, telanjur basah, aku takut kalau aku berhenti lalu si bule tahu dan akhirnya bertengkar, tapi aku pura-pura tidak ada sesuatu hal pun, si bule tetap kukulum sambil melirik suamiku, takut kalau dia marah.

Tapi ternyata malah suamiku melepas celana dan mendekati kami berdua yang sudah tengang sekali, mungkin sudah menyaksikan kejadian ini sejak tadi. Dan akhirnya si bule kaget sekali, wajahnya pucat dan kelihatan grogi, lalu melepas alat vitalnya dari mulutku dan agak mudur sedikit. Tapi suamiku berkata, “Terusin aja nggak pa-pa kok, aku sayang sama istriku.. kalau istriku suka begini.. ya terpaksa aku juga suka.. ayo kita main bareng”.

Akhirnya semua pada tersenyum merdeka, dan tanpa rasa takut sedikit pun akhirnya si bule disuruh tidur telentang, aku tidur di atas tubuh si bule, dan suamiku memasukkan alat vitalnya di anusku, yang sama sekali belum pernah kulakukan. Dengan penuh nafsu suamiku langsung memasukkan batang kemaluannya ke dalam anusku.

Karena kesulitan akhirnya dia menarik sedikit tubuhku hingga batang kemaluan si bule yang sudah masuk ke liang kewanitaanku terlepas, suamiku buru-buru memasukkan batang kemaluannya ke liang kewanitaanku yang sudah basah, di goyang beberapa kali akhirnya ikut basah, dan dicopot lagi dan dimasukkan ke anusku dan.. “Bless..”, batang kemaluan suamiku menembus mulus anusku. “Aduh.. pelan-palan Mas..”, seruku.

Kira-kira hampir setengah jam posisi seperti ini berlangsung dan akhirnya suamiku keluar duluan, duburku terasa hangat kena cairan mani suamiku, dia menggerang keenakan sambil tergeletak melihatku masih menempel ketat di atas tubuh si bule.

Akhirnya si bule pun pindah atas dan memompaku lebih cepat dan aku pun mengerang keenakan dan sedikit sakit karena mentok, kupegang batang kemaluan si bule yang keluar masuk liang kewanitaanku, ternyata masih ada sisa sedikit yang tidak dapat masuk ke liang senggamaku. Suamiku pun ikut tercengang melihat batang kemaluan si bule yang besar, merah dan panjang. Aku pun terus mengerang keasyikan, “Auh.. auh.. terus Steve.. auh, keluarin ya Steve..”

Akhirnya si bule pun keluar, “Auch.. keluar nich..” ucapnya sambil menarik batang kemaluannya dari liang kewanitaanku dan dimasukkan ke mulutku dan menyembur juga lahar kental yang panas, kutelan sedikit demi sedikit mani asin orang bule. Suamiku pun ikut menciumku dengan sedikit menjilat mani orang asing itu.

Kedua lelaki itu akhirnya tersenyum kecil lalu pergi mandi dan tidur siang dengan puas. Sesudah itu aku menceritakan peristiwa awalnya dan minta maaf, sekaligus minta ijin bila suatu saat aku ingin sekali bersetubuh dengan si bule boleh atau tidak. “Kalau kamu mau dan senang, ya nggak apa-apa asal kamu jangan sampai disakiti olehnya”.

Sejak saat itupun bila aku ditinggal suamiku, aku tidak pernah merasa kesepian. Dan selalu dikerjain oleh si bule.


 Angelpoker.com | Poker Terpercaya | Poker Terbaik | Tanpa Potongan Meja
Read more >>

Kisah Pengalaman Dengan Pembantu dan Istri Tetanggaku |ANGEL POKER


Angelpoker.com Tanpa Potongan Meja - Namaku Dani, 25 tahun, baru lulus Universitas. Sambil menunggu kesempatan untuk dapat mulai bekerja, sekarang aku meneruskan program S-2 di Universitas yang sama. Sampai saat ini aku belum punya pacar, meskipun teman wanitaku cukup banyak, dan pergaulanku dengan mereka termasuk kategori ‘biasa-biasa’ saja.

Sejak lulus SMA di Jawa Tengah, aku tinggal dengan Pak De di kawasan perumahan eksklusif di kawasan Jakarta Selatan. Pak De dan Bu De, yang menyayangiku adalah ‘pasutri’ yang sangat sibuk dengan kegiatan bisnis dan sosial mereka masing-masing. Berusia 60-an, mereka berdua adalah cerminan kaum feodal Jawa yang masih sangat konservatif.

Ketiga orang anak-anak mereka sudah berumah tangga dan semua tinggal di luar negeri. Ini membuatku jadi seolah seorang pangeran yang kesepian, dan sebagai seorang introvert. Aku banyak menghabiskan waktu di puri yang megah namun kosong ini.

Salah satu dari berbagai kesukaanku adalah menonton film hardcore di home theater, tentu ketika Ndoro-ndoro itu tidak sedang di rumah. Terkadang ketika aku tidak dapat lagi menahan gejolak birahi, maka aku ‘melepas’-nya dengan bermasturbasi di kursi kegemaran Pak De. (Aku tidak pernah lupa menyediakan sekotak tissue di dekatku.)

Pembantu Rumah Tangga (PRT) kepercayaan Bu De. Dari 3 orang PRT disitu, hanya dia lah yang diperbolehkan masuk ke ‘ruangan dalam’ untuk membersihkannya. Berkulit mulus layaknya mojang Priangan, janda menawan beranak satu asal Sukabumi ini menurut perkiraanku berumur 30-an.

Seringkali tubuhnya yang sintal dan terawat baik itu mengisi ‘laporan’ (lamunan porno)-ku. Hanya karena pengaruh ajaran keluarga, yang dengan tegas menganut perbedaan ‘kelas’ (antara majikan dan pembantu), yang masih bisa mencegahku untuk ‘mendekatinya’.




Satu kejadian yang sangat memalukan tapi sekaligus mendebarkan terjadi ketika aku sedang bermasturbasi sambil menonton adegan lesbian favoritku. Di saat aku sedang orgasme, maniku bermuncratan, dan aku mengerang dalam nikmat, masuklah Marni.

“Eh, ada Aden disini, kirain teh kosong, sayah cuma mau bersihin kok. Punten nya’, nanti aja kalau Aden udah selesai, sayah balik lagi.”

Aku yakin bahwa sebenarnya, tanpa sepengetauanku, dia sudah cukup lama ikut menonton bermacam adegan, dan mengamati dari awal permainan soloku.

Sejak peristiwa itu aku bertekad untuk membalas dendam dengan cara mengintip ketika dia sedang mandi, atau berganti pakaian di kamarnya. Suatu ketika aku bahkan pernah melihatnya sedang bermasturbasi, meremasi payudara dan memelintir puting-putingnya, jari-jarinya yang lentik mempermainkan klitoris, dan keluar-masuk vulva-nya.

Sampai akhirnya dia merintih, mengerang dalam klimaksnya. Dan aku pun ‘menemani’-nya dalam orgasme dari kejauhan. (Aku selalu membawa beberapa lembar tissue di kantongku saat mengintip Marni.)

Selain itu ada Bu Siska, istri pengusaha sukses ini tinggal hanya berselang 3 rumah jauhnya. Perbedaan umur yang cukup jauh tampaknya bukan penghalang dalam menjalin persahabatannya dengan Bu De, sehingga dia sudah terbiasa dan leluasa bergerak di rumah kami. Sejak pertama diperkenalkan kepadanya, aku tidak pernah berhenti mengaguminya.

Ibu dari 2 anak ABG, yang sangat paham merawat kecantikan dan tubuhnya ini seringkali kuajak ‘kencan’ dalam fantasi liarku. Semula Bu De mengharuskan aku menyapanya dengan “Bu”, tapi suatu kali justru Mbak Siska yang menegaskannya sendiri.

“Mbakyu, Dik Dani dan saya ‘kan hanya terpaut beberapa tahun saja, dia masih pantas menjadi ‘adik’ saya.” katanya waktu itu. (Ooh.., terima kasih Mbak Siska.)

Suatu waktu Pak De dan Bu De bepergian cukup lama ke luar negri menengok cucu-cucunya. Siang hari itu aku sedang asyik dengan menonton film XXX kegemaranku, dan bersiap untuk bermain solo.

Tiba-tiba ketika aku sedang bersiap melepas celana, entah sudah berapa lama dia mengamati ‘kesibukan’-ku, di sampingku berdiri Mbak Siska Dalam pakaian tennis (gaun sangat pendek dan t-shirt ketat) dia menampakkan kemolekan lekuk tubuhnya. Dan tanpa basa-basi lagi dia berlutut di depanku.

“Sini Dani, biar saya bantu.”

Dengan sangat santun dan ramah dia mengatakan bahwa dia dapat memahami keadaanku, dan dalam suara yang mulai serak dia masih sempat memuji bahwa aku adalah anak muda yang baik karena ternyata lebih memilih swalayan daripada jajan ataupun bermain sex bebas.

Selanjutnya, tanpa berkata sepatah pun, kedua tangannya dengan leluasa mulai melepas bajuku. Bibirnya yang sering aku khayalkan menciumiku mulai menjelajahi leher, telinga dan dadaku, lidahnya juga seakan tak mau kalah beraksi.

Aku semakin tenggelam dalam kolam kenikmatan waktu Mbak Siska menjilat, mengecup, dan menggigit kecil puting dadaku. Jemarinya mulai mengelus penisku, sekejap kemudian, dalam satu gerakan yang sangat cepat, dilepasnya celanaku, dan aku yang tak berdaya telah telanjang, duduk di kursi Pak De. Mbak Siska semakin tak terkendali, darah semakin mengalir deras ke penisku, keras-panjang-tegak-menantang.

“Aaahh..!” desah panjang Mbak Siska, nafasnya yang panas terasa sangat dekat di sekitar bawah perutku, penisku yang telah dalam genggamannya tak dilepasnya lagi.
“Oohh.., Mbaak..!” terucap dari mulutku saat dia mendaratkan lidahnya di ‘leher’ penisku.

Disitu dia memutar dan memainkan lidahnya, aku tak dapat menahan keluarnya cairan kentalku.

“Mmm.., Dani..!” dan dengan tatap kagum pada penisku (panjang 18 cm, lingkar 5 cm) dijilatinya protein yang mengalir dari tubuhku itu.

Satu tangan Mbak Siska mulai menggenggam dan meremas lembut, lalu lidahnya berpindah menjilati setiap milimeter kantong bijiku. Di ‘ambil’-nya bijiku dengan bibirnya, lalu dikulum dalam mulut, seakan ingin ditelannya.

 
Dia melihat juice mengalir lagi dari ujung penisku, tanpa membuang waktu sedetik pun dikatupkannya kedua bibirnya pada mahkotaku. Inilah oral sex-ku yang pertama. Terus perlahan dia berusaha memasukkan seluruh penisku ke dalam mulutnya, bibir dan lidahnya seakan berlomba, naik-turun-naik-turun menelusuri penisku. Aku tidak sedang berkhayal, badanku terasa ringan serasa melayang tinggi saat dia tersengal megatakan, “Masih tahan Dani..? Tunggu saya ya, plee..ase..!”

Mbak Siska bangkit, seperti kesurupan dia tanggalkan seluruh pakaiannya, dan dengan gaya yang sangat binal dia baringkan tubuhnya di selembar kulit domba New Zealand yang terhampar di lantai.

“Dani, kamu tau apa yang harus kamu lakukan..” katanya, dan tiba-tiba aku bukan lagi jejaka pemalu.

Seluruh ingatanku (dari ‘pelajaran’ di film) kukerahkan. Aku seolah menjelma menjadi cowboy yang sedang bersiap menundukkan kuda betina yang sedang birahi ini. Tak ada waktu lagi menciumi bibirnya yang merekah dan merangsang.

Kuraih payudaranya, aku sempat melirik BH-nya yang berukuran 34C, dan tak kulepaskan. Kedua putingnya yang meregang kupelintir pelan sampai dia mengerang dalam kenikmatan. Kujilati, kulum, dan hisap keduanya tanpa ampun.

Sekejap dengan sigapnya dia menyergap kepalaku dan, tanpa berkata apapun, mengarahkannya ke bawah perutnya. Aku ragu sejenak, tapi sudah cukup aku melihat bagaimana lelaki pun ternyata dapat memberikan cunnilingus, dan sekaligus menikmatinya.

Dengan rakus aku melahap apa yang ada di hadapanku, klitorisnya yang telah mencuat tampak mengkilat dilumuri cairan yang menggenang di vulva Mbak Siska. Bukit vagina tertutup bulu kemaluannya yang digunting pendek dan terawat rapih mengundangku untuk berlama-lama menikmati keindahan ini sambil berpindah ke posisi 69.

Bertubi-tubi kuluncurkan lidahku, keluar-masuk, naik-turun, sambil sekali-sekali bersama jariku menggoda sang ‘Dewi Clitoris’. Mulutku tak hentinya meneguk segarnya air danau senggama ini. Kurasakan otot-otot Mbak Siska menegang, dan Mbak Siska berteriak dalam ledakan orgasme yang tak terkendalikan lagi.

“Ooohh.. Hhh.., Daaaann. ni.. Yess, Yess, Dani..! Aaa.. hh..!”





“Aden..! Ibu Siska kenapa..?” masuklah Marni tergopoh-gopoh.


Dari kamar mandi, Marni yang tubuhnya masih basah hanya dibalut handuk, tampak jelas gemetar menyaksikan pemandangan yang dilihatnya. Seperti lemas tanpa tulang dia roboh terduduk di sampingku, handuk pembungkus tubuhnya terlepas.

Sebelum Marni sempat menyadarinya, aku tarik tubuh janda molek ini. Tubuhnya terbaring menggelepar ketika aku lampiaskan semua khayalanku yang selalu berakhir di lembar-lembar tissue selama ini.

“Aden, Aden, Aden..!” hanya itu desahnya.

Kudaratkan rudalku di lembah payudaranya, aku gesekkan ke putingnya, tampak dia menggelinjang. Lalu aku bangkit tepat di hadapannya, “Den Dani, kok jadi seperti di pi..” kalimatnya (maksud dia pilem) tidak selesai karena penisku sudah membungkam mulutnya.

Dengan mata tertutup aku sangat menikmati permainan seruling janda Sukabumi ini, sampai ketika tiba-tiba alunan nadanya terasa faals. Ketika aku membuka mata ternyata Mbak Siska yang untuk beberapa saat tadi KO-lah penyebabnya.

Kulihat dari belakang Marni, satu tangan Mbak Siska meremas payudara Marni, sementara satunya lagi mengobok-obok ‘momok’ (Sunda: vagina)-nya. Melihat adegan ini aku memutuskan untuk istirahat sejenak menjelang final round nanti. Sekarang Marni lah yang berjaipong tanpa protes sedikitpun atas iringan degung Juragan Siska


Gila, semua fantasiku jadi kenyataan, sementara di layar muncul adegan lesbian, di depan mataku dua perempuan, yang katanya berbeda ‘kelas’ (tapi tak ada batas lagi kan?) beraksi. Mbak Siska tanpa sungkan lagi langsung menyodorkan clitoris nya ke mulut Marni yang langsung melahapnya seakan sedang menikmati jagung bakar di Puncak,

tangan Mbak Siska menuntun tangan Manri ke payudaranya. Marni tetap patuh ketika jemari Mbak Sisak menelusuri ‘momok’-nya, tapi segala sesuatu ada batasnya. Nurani perempuan desa lugu yang lama tak tersentuh lelaki ini akhirnya bicara.

“Den Dani, saya pingin dirojok pake kontolnya Aden.”

Mbak Siska terhenyak, “Nggak bisa Marni, saya harus duluan! Nanti kalau kontol Dani masih bisa ngaceng, baru giliran kamu. Pokoknya nggak bisa, harus saya duluan!”

Marni pasrah, “Yah, kalau memang begitu mah, terserah Juragan ajah.”
“Danir, fuck me, now, please..! I want your cock inside my pussy.”

Too good to be true. Penisku yang memang sudah semakin berat di ujungnya ini segera meluncur ke sasaran pertamanya. Sewaktu penisku mulai masuk ke dalam, dan memompa Mbak Siska, kulihat Marni ‘sibuk’ sendirian bermasturbasi. Rupanya tembakanku tepat, bull’s eye! Hanya sebentar aku menunggangi Juragan kuda binal ini, dia menyerah.

“Dani, aku keluar sekarang. Fuck me, fuck me. Aaa.. ah, yess!”

One down, one to go.

Kali ini aku tak boleh membedakan kedua perempuan itu, mereka harus mendapatkan apa yang diinginkannya. Perlahan aku memisahkan diri dari Mbak Siska yang sudah tak berdaya lagi, dan beringsut ke arah Marni yang tahu bahwa sekarang gilirannya.

“Den Dani, punten, sayah pingin seperti yang di pilem itu. Dirojok sembari nungging!”

Edan, dasar janda doyan, kataku dalam hati. Pelan tapi pasti aku tak ingin mengecewakan PRT Bu De-ku yang setia ini. Ternyata goyang, gitek, geyol, dan sedotan mojang ini istimewa. Aku hampir kewalahan berjaipong dengan Marni, ini harus ditancep seperti wayang golek di batang pisang, pikirku. Tanpa peduli lagi, aku pindah versnelling 2.


“Adee.. een, kontol Aden enak, aduh saya kayak terbang, terus tancep Den Dani. Ampun, Aden, aduh Emak, sayah keenaa.. aakan, Ade.. een..!”

Game is not over, pikirku begitu masih berdiri di belakang Marni dengan penis yang sangat keras dan berdenyut-denyut.

“Dani, kamu hebat!” celetuk Mbak Siska, sambil merangkak dia beringsut mendekatiku lagi.

“Marni, kesini kamu..!” perintahnya, “Sekarang kita kerjain Dani berdua, ya. Nanti kalau maninya keluar (“mani itu pejuh, ya Juragan?” tanya Marni polos,) kita pakai buat luluran. Maninya lelaki bisa bikin kulit kita jadi halus.”

Dengan kompak mereka mulai ‘bekerja’. Mbak Siska dengan telaten mengocok batang penisku, sementara Marni dengan patuh menjilati kantong bijiku. Disinilah batasku, aku meledak sejadi-jadinya.

Hampir tak mampu lagi rasanya aku berdiri selagi maniku menyemprot dengan deras, kedua perempuan itu berusaha keras untuk mencegah ada yang tercecer. Dengan sungguh-sungguh diulaskannya saripati kelelakianku ke tubuh-tubuh mereka yang molek itu.

Entah berapa jam kemudian ketika aku terbangun, Mbak Siska tak nampak lagi disitu. Tapi kulihat Marni memandangiku tersenyum sambil membersihkan arena tempat permainan rodeo tadi. Marni menyerahkan secarik kertas dari Mbak Siska.

You are a real Cowboy!, begitu tulisnya. Sampai sebelum Pak De dan Bu De kembali, beberapa kali kami mengulang permainan ini

 Angelpoker.com | Poker Terpercaya | Poker Terbaik | Tanpa Potongan Meja
Read more >>

ML Dengan Pembantu Janda Yang Binal | ANGEL POKER



Angelpoker.com Tanpa Potongan Meja - Perkenalkan namaku Andi,mahasiswa teknik semester 5 universitas negri di kotaku.Kalo perawwakan aku terus terang sering di bilang ganteng mirip artis sinetron
Aliando Syarief.Tinggi rata-rata 170cm,namun agak sedikit padat.

Sore yang kelabu saat itu aku kesal setengah mati gara-gara rapat BEM yang tak kunjung menemukan hasil.Jengkel memang aku rasakan,karena semuanya tetap kukuh dengan pendirian dan pendapatnya masing-masing.Tekadang BEM sudah seperti di senayan saja.

Aku aktif di organisasi BEM semenjak awal semester 4 ini.Aku kira enak menajdi ketua BEM.Namun ternyata tidak seenak yang aku bayangkan.Kuliahku jadi terbengkalai,ntah bagaiman hasil semester ini.

Aku pulang ke rumahku menggunakan motor butut kesayanganku.Motor yang sudah nemenin aku selama menjadi mahasiswa di kota ini.Kita mulai saja ceritanya.Cerita ini adalah sebuah kisah yang menurutku serba kebetulan.akupun ga menyangka semua ini akan terjadi.

Sepulang rapatBEM aku langusng pulang ke rumahku.Rumah tanteku lebih tepatnya.aku tinggal di sana karena tidak ada yang menghuni rumah itu.Tante dan keluarganya telah pindah ke Amerika mengikuti om yang berkerja sebagai seorang supervisior di salah satu perusahaan tambang emas terbesar di dunia.Rumahnya sangat besar,aku tinggal disini bersama denga seorang pembantu wanitanya tante yang bertanggung jawab membersihkan rumah tersebut.

Sampai di rumah perasaanku emang sudah serba uring-uringan.Rasanya darah tinggiku kumat,pusing memang dan pandanganku kabur sampai aku pingsan di bawah tangga menuju lantai 2 dimana kamarku berada.

Nah etnah berapa lama aku tidak sadarkan diri.Yang aku tahu waktu aku sadar aku berada di atas sofa ruang keluarga didampingi mbak Lina.
"den Andi sudah sadar..."suara mbak Lina memecah kebuyaranku.
"eeehhh..mbak Lina,aku tadi pingsan yah mbak.Maaf merepotkan mbak,aku memang lagi ga enak badan.."
"aahh..,ga apa-apa lagi den.Emang den Andi kenapa?kok bisa sampai pingsan segala?
"ga tau lah mbak,kayaknya darah tinggiku kumat gara-gara rapar tadi"
"den Andi ini ada-ada saja,masa masih muda udah kena darah tinggi."
"hahahha....mau gimana lagi mbak,kata dokter seperti itu.Ya udah mbak aku mau ke atas dulu,mau mandi terus istirahat."
"jangan lupa makan den.Mbak sudah masak tuh.den mau makan di atas atau di bawah??"
"di atas saja kalau begitu mbak"

Percakapan kami pun berlalu seiiring dengan berjalannya aku menuju ke kamarku.Mbak Lina merupakan seorang janda muda beranak satu.Anaknya tinggal di kampung halamannya bersama dengan keluarganya.Sebernaknya dia cantik,wajahnya ayu,kulitnya putih terawat,mungkin karena di rumah tidak terlalu banyak kerjaan dia bisa merawat tubuhnya.Yang paling menarik itu tubuhnya yang sangat-sangat proposional.Payudaranya tetap kencang walau sudah beranak satu dan pinggulnya padat berisi.Bisa dikatakan dia adalah miss pembantu,hhahaha.

Sesampainya di kamar,aku langsung mandi.walau ada air panas,tapi aku paling malas mandi dengan air panas,soalnya ga ada segarnya jadinya.Setelah aku mandi aku rebahkan diri di atas ranjang kesayanganku dengan masih menggunakan handuk.Tak lama berselang mbak Lina datang membawa makanan dan susu coklat hangat kseukaanku.
"ini den makanannya..jangan lupa di makan terus minum susunya buar ga tambah sakit"
"iya mbak makasih.."jawabku dengan senyuman.
"kalau gitu mbak ke abwah dulu yah den.kalo ada apa-apa panggil aja mbak."
"iyah mbak Lina yang bawel."

Mbak Lina pun keluar dari kamarku.Langsung saja aku ganti pakaianku dengan pakaian resmi di rumah.Yah celana boxer sama baju singlet.Makanan yang telah di antar mbak Lina pun tak lupa aku santap.

Makanan habis aku pun mulai untuk istirahat.Nmaun mataku tetap saja tidak bisa tidur.ntah kenapa sejak negliat mbak Lina yang tadi memakai baju you can seeaku selalu kepikiran dia.Biasanya dia lebih suka pakai daster atau baju kaos sama celana pendek selutut.Eh tadi dia pakai celana pendek sepaha plus baju you can see.pokonya mempertontonkan banget deh.Pikiranku mulai kotor,aku mulai membayangkan gimana yah kalau aku tidurin mbak Lina.Tapi aku juga takut,ntar dia marah dan ngadu sama om dan tante.bisa diusir aku,namun si otong udah minta di kasih jatah dan setan pun membujuk-bujuk supaya cari akal buat bisa nidurin mbak Lina.

Tak lama lampu neon pun menyala di atas kepalaku.bagaimana kalau aku coba minta pijitin sama mbak Lina.kalau berhasil taktik berikutnya bisa nyusul.Emang sih cara ini cara paling kuno dalam menjebak pembantu,tapi apa salahnya dicoba.

Aku mulai ideku tadi,aku turun ke lantai bawah utnuk mencari mbak Lina.aku mencari ke kamarnya namun mbak Lina tidak ada disana,aku cari lagi mungkin di toilet tapi juga tidak ada.Malas mencari aku panggil saja dia eh ternyata dia lagi nonton di ruangan tengah.
"ada apa den?"
"eh mbak Lina di acariin ke kamarnya malah ada di ruangan tengah"
"iya den,mbak lagi nonton tadi,Ada apa yah den cari mbak?"
"ini mbak,badan aku capek-capek semua.mbak bisa tolong pijitin aku tidak?"
"maaf den mbak ga bisa mijit nanti takut den jadi salah urat.Apa den mau di panggilkan tukang urut langganan nyonya?"
"mbak aja deh ntar nunggunya lama,lagian sekarang sudah jam berapa."
"gimana yah den tapi kalau salah urat jangan salahin mbak loh.."
"iya deg mbak aku tunggu di kamar yah"

Langkah pertama berhasil,sekarang tinggal bagaimana membujuk nya saja.Aku langsung ke kamar kubuka bajuku dan langsung aku tengkurep di atas ranjang.Tak lama mbak Lina datang dengan masih menakai pakaian yang tadi.
"den Andi ada body lotion ga buat mijit?"
"ada tuh mbak di atas meja ambil saja"Kataku singkat
"kalau ga enak bilang saja yah den."
Aku tidak menjawab.Mbak Lina duduk di pinggir ranjang dan menuang body lotion ke tangannya dan mulai memijit punggungku.emang sih pijatannya kurang enak tapi lumayan lah demi bisa menggoyang ranjang ini.
"mbak kalau sudah mijitnya dari samping,naik aja duduk di atas punggung aku mbak,ga apa-apa kok"
"ah ga usah den ga enak di liat orang"
"siapa yang bakal lihat mbak kan di rumah ini cuma ada kita berdua,ga bakal ada yang lihat kalo mijitnya kaya gini kan mbak juga yang bakal susah,nanti pinggangnya keseleo lagi"
"iyah deh den maaf yah den"katanya sopan sambil beranjak naik duduk ke atas pinggangku.

Saat mijit mbak Lina terus bercerita tentang pengalamnnya bekerja di rumah ini selama 5 tahun terakhir.Ternyata dari ceritanya mbak Lina memang masih muda.umurnya baru 25tahun.dulu dia nikahnya umur 16tahun terus punya anak cowok.Waktu dia berumur 20tahun dia mulai kerja disini sama tante sampai sekarang.Aku berfikir,mungkin inilah saatnya aku mulai melencengkan pertanyaanku.
"sekarag umur anak mbak udah berapa tahun?"
"sekarang mah udah 8 tahun den,namanya Randi."
"pasti orangnya ganteng,saolnya mamanya juga cantik"
"ah den ini bisa aja,mana ada juga pembantu yang cantik den"
"serius mbak,mbak itu cantik,putih,sexy lagi.Terus terang aku suka lo sama gaya berpakaian mbak yang kaya gini.mbak nampak lebih muda dan lebih segar"
"iihh den pinter banget deh gombalnya"
"mbak ga percaya yah,kalau aku belum punya tunangan,aku mau tuh jadiin mbak pacar aku"
"ihhh udah den,den ada-ada saja"

Mbak Lina terus mijit tubuhku.Setelah bagian punggung selesai pijitannya pindah ke kaki.Kami terus bercerita dan aku terus memberi serangan agar cita-cita ku tercapai.
"Mbak ,kok mbak tidak nikah lagi?kan mbak cantik?"
"ga ah den belum saatnya rasanya.Mbak mau fokus buat ngebesarin anak mbak dulu.Mbak mau ngumpulin duit dulu biar nanti dia ga kaya orang tuanya.mbak mau dia nanti kuliah kaya den Andi terus gede jadi orang yang bisa ngebahagiain orang tuanya"
"terus misalnya mbak lagi kepengan gimana dong mbak?"
"ya kepengen lah den,tapi mau gimana lagi yah terpaksa harus di tahan-tahan aja."
"kasian yah mbak harus tersiksa gini,tapi kalau mbak kepengen aku mau loh bantuin mbak."
"ihhh den ini,tidak boalh den ntar ketauan orang bisa berabe.Eh den kakinya sudah selesai mbak pijit nih"
"ya ga apa-apa mbak daripada tersiska gini.Bagian depan juga dong mbak,masa bagian belakangnya saja."
Mbak Lina tampak berfikir karena ucapanku tadi.aku berbalik terlentang,terus terang aku lumayan terbawa karena pembicaraan kami tadi,batangku pun mulai berdiri,tercetak jelas di boxer yang aku pakai dan sempat aku melihat mbak Lina melihat ke arah selangkangan ku.

Sebenarnya ukuran batangku pun tidak begitu panjang,hanya rata-rata orang indonesia,namun diameternya emang agak besar sekitar 5cm.dan saat ini si otong sudah agak ngaceng.Mbak Lina pun mulai memijit bagian dadaku,dia memijit dari arah samping dan dari sini aku dapat melihat wajah cantiknya dan belahan dada montoknya.selain itu tanganku juga bergesekan terus dengan paha mulusnya.
"tuhkan mbak masih cantik banget"
"aden mulai lagi kan jangan gitu dong den mbak kan jadi malu"
"aku serius loh mbak,Sexy lagi,pasti bakal beruntung orang yang dapat mbak sebagai istrinya nanti"

Mbak Lina hanya tersenyum-senyum dengan pujianku.dia juga terus memijit dadaku hingga putingku pun menegang.Mungkin dia suka dengan dadaku yang memang bidang karena aku sering angkat beban di tempat aku biasa fitnes.
"mbak masa mijit dada aku terus.pijit yang lain dong"kataku protes
"maaf den keasikan ngobrol sampai lupa deh"
"mgomong-ngomong ga susah mbak pijit dari situ?
"iyh sih den tapi mau gimana lagi ntar adeknya aden kedudukin lagi sama mbak"
"ah ga apa-apa mbak dudukin aja"
"ga usah lah den mbak jadi ga enak ntar"
"enak ko mbak dudukin aja "Paksaku
Mbak Lina pun pindah duduk ke atas pahaku.kira-kira pas antara adek ku dengan selangkangannya.Muka mbak Lina pun memerah mungkin merasa malu dengan keadaan kami saat ini.dengan begini payudara mbak Lina terlihat sangat kontras dengan baju hitam yang dia pakai.lama kelamaan si otong malah semakin bangun.aku yaki mbak Lina merasaakannya karena dia tepat mendudukinya.

Tanganku mulai nakal mengelus-elus paha mbak Lina.namun tidak ada penolakan dari mbak Lina dan tampaknya mbak Lina juga meikmati elusanku di pahanya.Tidak hanya itu aku mulai menggoyang-goyangkan badanku sedikit demi sedikit,sehingga otongku dapat bergesekan dengan nonanya mbak Lina walau masih dilapisi oleh celana kami tapi lumayan lah untuk memancing-mancing mbak Lina

Wajahnya semakin memerah nafasnya muali memburu.aku dapat merasakan nafasnya semakin cepat.aku tingkatkan lagi seranganku.Tanganku kupindahkan ke pantatnya dan sedikit ku elus-elus.Selain itu goyangan tubuhku semakin aku perkenecang.Namun yang terjadi karena goyangan itu tangannya yang saat itu memijat bahuku malah terpeleset.Dia terjatuh didadaku dan yang lebih ajaib lagi bibirnya mbak Lina pas mendarat di bibirku.
"maaf den mbak kepeleset tangannya"mukanya merah padam
"ga apa-apa ko mbak,kalau minta tambah boleh ga mbak?"pancingku.
"tambah apa den?"
"tambah ciumannya hehhehe"aku cengengesan
"tuhkan aden tambah nakal udah daritadi tangannya kemana-mana sekarang malah minta cium ntar mbak aduin sama nyonya loh"
"jangan dong mbak.Maaf deh aku cuma kebawa aja tapi mbak suka kan?"jawabku memancing
mbak Lina tidak menjawa pertanyaanku,walau begitu dia tetap berada di atasku.Dengan nafas yang masih memburu menikmati goyangan yang aku berikan kepadanya.

Mbak Lina tidak melakukan apa-apa dia tetap duduk di atasku dan tangannya tenang menopang badannya di dadaku.Matanya merem seperti menikmati sesuatu.goyangan semakin ku percepat.al hasil mbak Lina mendesah.

Aku bersorak dalam hatiku aku berhasil memancing mbak Linauntuk masuk jebakan ku.Kembali ku mainkan tangan ku.tanganku kembali ke pantatnya mbak Lina dan meremas-remas pantatnya sambil terus menggoyang-goyang.dia tidak lagi protes dengan apa yang aku lakukan.dia malah semakin menikmati.
"gimana mbak"enak ga mbak?"
Mbak Lina hanya mengangguk,matanya sayu menandakan dia sangat menikmati goyanganku
"mau yang lebih enak gak mbak?"
"apa den?"jawabnya tersenggal
"kita main yuk mbak aku juga udah ga tahan nih"
"jangan den nanti ketahuan orang,kaya gini udah cukup den"
"ga bakal ada orang yang tau selain kalo mbak yang bilang ke orang lain mbak"
"tapi mbak takut hamil den terus huga aku takut kalo ntar aden ngadu sama nyonya"
"mbak percaya deh sama aku,aku ga bakal bilang siapa-siapa asal mbak juga gitu"jawabku
sambil membalikkan badan.sekarang aku berada di atas menindih mbak Lina sambil terus menggoyang selangkangannya mbak Lina.Mbak Lina menikmati banget apa yang aku lakukan terhadapnya.dia tampaknya sudah setuju dengan apa yang aku inginkan.

 Melihat lampu hijau telah menyala tanganku mulai menggerayangi tubuh mbak Lina,Bibirku langsung menyambar bibir mbak Lina dan mbak Lina pun menanggapi ciumanku.tanganku mulai mendaki gunung indah yang dari dolo menjadi impianku.aku remas susu mbak Lina terasa keras dan mencetak keluar.Ternyata mbak Lina punya puting yang kecil sehingga aku tidak sadar daritadi kalau mbak Lina tidak pakai BH.

Serangan terus kulakukan leher dan belakang telinganya ku cium dan ku jilat.Mbak Lina menggeliat pertanda nafsunya sangat menggebu-gebu.Tanganku pun telah masuk kedalam baju you can see yang di pakai mbak Lina.Kenyal sekali memang,si otong berada di puncak akibatnya.dan pastinya semakin terasa sama mbak Lina.Cairan beningpun sudah mulai keluar dari ujung penis ku bahkan telah tembus sampai keluar celana boxer yang aku pakai.tapi mbak Lina lebh parah celananya telah basah akibat gesekan yang aku berikan,membuat aku tambah semangat menggempur mbak Lina.
"Mbak aku buka bajunya yah biar tambah enak"

Mbak Lina hanya mengangguk menjawa pertanyaan yang aku berikan.tak menunggu waktu lama baju mbak Lina telah terlempar ntah kemana.remasaknku semakin kuat mbak Lina semakin mengeracau dan mendesah tak karuan hanya kata kata "ahhh.....sssshhh dan terus den"yang aku dengar dari tadi.kedua puting kecil itupun tak lupa aku jilat dan aku hisap.sangat nikmat rasanya.Meremas sambil menghisap susu besar seperti ini.tak lupa aku tinggalkan dua tanda cupangan di kedua susunya mbak Lina.tanda aku pernah menidurinya dan tanda yang selalu aku berikan kepada semua payudara yang pernah telah aku hisap.

Gempuran kembali aku tambah.tanganku turun menuju selangkangan mbak lina dan menggosok-gosoknya.merasa kurang nyaman aku pelorotkan celana beserta celana dalamnya sehingga sekarang mbak lina bugil total.alangkah terkesimanya aku melihat ternyata mbak lina mencukur habis semua bulu kemaluannya,vaginanya tampak bersih dan mengkilat karena lendir yang dia keluarkan.

Kembali aku gesekkan tangan ku di bibir vaginanya.Klirotisnyapun tampak membengkak karena nafsunya yang menggebu.cairan beningpun tampak banjir keluar dari lobang surganya mbak lina.ku jilat vaginanya mbak ilina namun mbak lina menolaknya dia langsung menutup vagina mulus yang dia punya.
"jorok atuh den masa tempat kencing aden jilat"
"ga apa-apa mbak,mbak nikmati saja pasti rasanya enak banget" jawabku meyakinkannya

Kuangkat tangan mbak lina dari vaginanya dan langsung ku sergap.Mbak lina tambah mengeracau gak karuan"enak den---aden bener...enak banget...terus den..hisap yang keras"ucapnya tak karuan.Terus aku jilat dann aku hisap lobang surganya.jari tengahku pun kumasukkan ke dalam lubang vaginanya membuat cairan di dalamnya meluber keluar.kelihatannya mbak lina emang udah lama ga di sentuh sama lelaki nafsunya sampai sebegini banget.fikirku

Tak lama aku menjilat vaginanya mbak lina,mbak lina mendapatkan orgasmenya yang pertama.orgasme yang sangat dahsyat,sampai sampai muncrat keluar.langsung saja aku hisap semua cairan kental yang keluar tanpa sisa.lumayan lah mbak lina menegang karena orgasmenya.dia tampak kelelahan karena orgasme pertamanya.
"gimana mbak??capek yah mbak??"
"iyah den mbak jadi lemes gini,tapi enak banget ,den apain tadi sampai mbak kenikmatan kaya gini.rasanya mbak kaya terbang gitu den"nafasnya tersenggal
"ga di apa-apain kok mbak.sekarang mbak istirahat dulu ntar aku kasih yang lebih nikmat."
mbak lina pun ketiduran di kamarku tanpa busana.sprei tempat tidurku basah karena cairannya mbak lina.Aku biarkan mbak lina istirahat biar nanti bisa fresh lagi.

Aku pun tetidur di sebelah mbak lina sambil memeluknya.
***
Aku ketiduran lama dan terbangun pukul 10 pagi.untung hari itu aku ga ada jadwal kuliah jadi aku bisa seharian di rumah.

saat itu mbak lina masih tertidur,sepertinya dia benar-benar keletihan semalam.
"mbak..mbak...keletihaanya sampai ketiduran sampai jam segini"
Aku bangunkan mbak lina dengan meremas-remas payudaranya.namun dia masih saja tidur.dassar mbak lina tidurnya kaya orang mati kataku dalam hati.Aku cium bibirnya pun dia masih belum juga bangun malahan adekku yang bangun karena ngebangunin mbak lina.Mungkin karena semalam aku belum ngeluarin stok sperma yang udah seminggu aku simpan karena ga berhubungan dengan pacarku.

Vaginanyapun kembali aku gosok-gosok dengan tanganku.tapi mbak lina tetap tidak bangun,namun lama-lama aku gesek vaginannya menajdi lembab dan basah.nafasnya pun kembali memburu.melihat kejadian begini langsung saja kubuka celanaku beserta CD yang aku pakai,keluarlah si otong daru sarangnya dengan tegap minta sarapan pagi.

Mbak Lina yang sedang tidur ini akan langsung aku genjot buat ngebanguninnya.aku buka lebar-lebar selangakangannya dan kembali aku jilat biar lendirnya tambah banyak dan ga susah buat coblos lobangnya mbak lina.

Setelah 15 menit aku jilat,aku langsung mengambil posisi dan mengancang-ancang kuda-kuda buat menikmati vaginanya mbak Lina."dengan masuknya si otong ke dalam vaginanya mbak lina maka aku akan berhasil menjalankan taktik kuno ini"kataku.si otong aku gesek-gesekkan ke vaginanya mbak lina biar ada pelicinnya.Tak lama aku masukkan kontolku pelan-pelan,agak susah memang mungkin karena mbak lina sudah lama ga di entot atau emang karena batangku yang kegedean buat vaginanya mbak lina.Setelah berusaha menekan akhirnya kepala kontolku pun masuk ke dalam vaginannya mbak lina namun dia masih saja belum bangun.Aku tekan terus kontolku ke dalam vaguinanya mbak lina sampai mentok dan mbak lina pun terbelalak merasakannya " aden Andi ..sakit den..kok aden ga ngomong-ngomong mau masukin kontolnya?"
"mbak sih susah banget bangunnya,udah daritadi aku bangunin tapi masih belum bangun.Ya aku langsung aja masukin udah ga tahan sih"jawabku cengengesan.

Aku mulai mengocok kontolku yang ada di dalam vaginanya mbak lina.Dia terlihat masih meringis kerena perih yang dirasakannya namun lama kelamaan ringisannya berubah menjadi desahan kenikmatan.bahkan "kata-kaa kotor mulai keluar dari mulutnya,tapi kata-kata kotor yang keluar makin membuat aku bernafsu menikamti tubuhnya mbak lina dan semakin kencang pula aku menusuk vaginanya mbak lina.

Tak lama memakai gaya standar mbak lina meminta kami ganti posisi.dia meminta berganti menjadi dogy style,aku kembali menggoyang mbak lina dari belakang.
"enak kaya gini den lebih kerasa.tapi kok kontol aden gede banget sampai rasanya ga muat di memeknya mbak"
"yang penting enak kan mbak sayang"jawabku sambil terus menggoyang kontolku di memeknya mbak lina.desahan dan erangan nikmat tak henti-hentinya keluar dari mulut mbak lina,membuat suasana menajdi semakin panas.

Lima menit bersama dogy style,mbak lina semakin liat.Kelihatannya dia akan mengalami orgasmenya.Aku yang merasakan kontraksi otot vagina mbak lina semakin cepar,terus mempompa semakin cepat sampai akhirnya tubuh mbak lina kejang menandakan puncak kenikmatannya telah datang.Batang kontolku terasa disiram dan di remas kuat oleh cairan dan didinding vagina mbak lina.
"ahhh..nikmat banget den..Aden hebat banget nunggangi mbak lina"
"hehehhe..emang kuda ditunggangi mbak? jawabku beracanda melonggarkan ayunanku.

Sebenarnya aku juga hampir mengalami klimaks saat mbak lina orgasme tadi.Namun karena mbak lina sempat minta berhenti,sehingga semprotan spermaku tertunda.beberapa saat mbak lina mengambil nafas.kemudia dia meminta aku berbalik dan segera naik ke pangkuanku.Kontolku yang masih ereksi dimasukkannya ke dalam lobang surganya.Gampang saja lobang yang telah basah itu langsung terisi oleh kontolku.Goyangan pinggul mbak lina pun mulai mengocok kontolku yang minta di keluarkan laharnya.Lambat dan lemah,tapi pasti goyangan itu dilakukannya.Memberi kenikmatan yang berbeda.Semakin lama goyangannya semakin cepat terkadang naik turun atau berputar-putar.Sepertinya mbak lina ahli sanagt mahir dalam gaya woman on top ini.

Aku tidak hanya menerima kenikmatan yang di berikan mbak lina.Tangan nakalku langsung ku letakkan di payudara mbak lina dan tak hanya diam.Remasan dan cubitan ku berikan untuk menambah kenikmatan permainan kami ini.Sesekali aku sempatkan menghisap puting tegang yang terpampang di depan ku dan tidak jarang aku gigit kecil puting itu.
"den...enak gigitannya den Ahhhh..." kata yang keluar dari multunya,aku teruskan kerjaan ku.Cupanganku pun telah meraja lela di susunya mbak lina.

Goyangan mbak lina tampaknya berhasil membobol pertahananku.Rasanya tidak lama lagi seprmaku akan muncrat dari ujung senapanku.
"mbak..akkk..aku udah ma...mau keluar nih mbak...ssshhh."
"keluarin di dalam aja deh...mbak kayanya juga udah ga lama lagi"
mendengar itu ku balikan tubuh mbak lina dan langsung ku pompa keras memek nikmat tersebut.
"aaaaaahh..aku keluar mbakkkkk"teriakku mengiringi semprotan deras seprmaku di dalam memek mbak lina dna ternyata semprotankupun di sambut oleh orgasme mbak lina yang kesekian kalinya.

Tubuhku langsung melemas menindih tubuh mbak lina .kami terdiam sejenak.nafas kami tersengal tak beraturan.kontolku pun senmakin lama semakin melemas dan mengecil di dalam memeknya mbak lina.ku cabut kontolku dan aku beranjak berbaring di sebelah mbak lina.
"makasih yah mbak,mbak udah mau ngelayani aku"
"sama-sama den mbak juga udah lama kepengen ngentot yang kaya gini,tapi kok aden mau main sama pembantu kaya mbak kan aden sudah punya pacar"
"ya ga apa-apa mbak emang ga boleh yang seorang majikan main sama pembantunya?"
"yah ga apa-apa sih den"jawabnya singkat
"eh mbak ga apa-apa itu aku semprotin sperma aku di dalam memeknya mbak lina?
"ga apa-apa den ntar mbak minum jamu biar ga hamil."katanya sambil tersenyum


 Kami terdiam dan tak berasa kami telah ketiduran sampai pukul tigda sore.Ketika bangun mbak lina sudah tidak ada di sampingku lagi.Mungkin sudah kembali ke kamarnya.Segera aku bangkit dan mandi membasuh keringat dan sperma kering yang menempel di batang kontolku.

Setelah mandi,aku langsung ke bawah mencari mbak lina.Kutemui dia sedang masak makan siang di dapur.Saat itu dia memaki baju kaos dengan setelan celana pendek 3/4.Lagi asik tampaknya sehingga tidak menyadari kehadiranku.tubuh indah mbak lina langsung kupeluk dari belakang mengagetkannya.
"udah bangun toh den.."
"udah sayang..mbak jangan panggil aku aden lagi yah..Kalo ada tantr sama keluarganya aja panggil aden"
"terus panggil apa dong den?"
"terserah kamu aja sayang"kataku mengecup pipinya
"iyah deh sayang"jawabnya
"sayang aku boleh minta sesuatu ga?"
"minta apa den..eh sayang?"
"kalo cuma aku di rumah  kamu jangan pakai baju yang kaya gini yah"
"terus baju apa dong?"
"maunya sih telanjang aja.Gimana sayang mau yah?"
"ko gitu sayang?"
"ya biar kalo aku lagi pengen,aku bisa masukin dimana saja"jawabku cengengesan
"tapi kamu juga harus gitu baru aku mau"
"ok"jawabku singkat.
Langsung kutelanjangi mbak lina saat itu juga.Begitu juga dengan aku.Kami sudah seperti kaum nudis saja dalam rumah ini.
***

Sejak saat itu kamu sudah seperti suami istri,Mbak lina pun suruh aku pindah tidur ke kamarku.tentu saja kalau tidaj ada om dan tante.dan selama kami berdua di rumah kami selalu telanjang ria.Dan kami juga melakukan hubungan dimasan saja kami suka.di kamar,dapur,kamar mandi ruang tamu bahkan di kolam renang belakang rumah.kami selalu melakukannya tanpa kondom.Sempat sih mbak lina hamil namu dia menggugurkannya dan sejak saat itu dia rajin mengkonsumsi pil KB.Kamipun terus melakukannya sampai aku tamat sekarang.Walaupun aku telah menyelesaikan kuliahku dan bekerja di luar kota.

 Angelpoker.com | Poker Terpercaya | Poker Terbaik | Tanpa Potongan Meja



Read more >>

Jumat, 19 Agustus 2016

Ide Gila Mandi Bersama | ANGEL POKER



Angelpoker.com Tanpa Potongan Meja - kali ini akan menceritakan pengalam sex dari ABG yang bernama Rendi.Berawal dari liburan keluarga Rendi dan keluarga Linda ke Villa milik keluarga Linda.Terjadilah persetubuhan kedua sahabat ini,yaitu Rendi dan Linda.Kedua sahabat ini berawal dari iseng untuk mandi bersama eh malah keterusan sampai tidur bersama Alias ML,Mau tahu kelanjutan ceritanya mari kita simak cerita ini


 Apa kabar para pembaca sekalian, perkenalkan namaku Rendi. Aku bertempat tinggal di pulau dewata, dimana pulau dewata adalah surganya para wisatawan di negri tercinta kami ini. Sebelum aku berpindah tempat tinggal, dulunya aku tinggal di Jakarta. Nah kali ini aku akan menceritakan tentang pengalaman pertamaku, dimana aku mengenal tentang sexs.

Ketika itu kira-kira aku berusia na15 tahun, aku mempunyai teman cewek yang aku kenal dari kecil, temanku itu bernama Linda. Karena temanku dari kecil, tentunya dulu dia juga berusia sama seperti aku. Linda ini mempunyai sifat tomboy, karena dia tomboy hampir semua temanya adalah laki-laki. Diantara teman-teman laki-lakinya aku bukan sekedar teman biasa karena aku adalah sahabatnya dari kecil.

Linda ini ssudahh dekat sekali dengan keluargaku, selain kami yang berteman dekat orang tua kami juga juga ssudahh berteman lama. Bahkan kakak-kakak kami-pun juga ssudahh berteman lama. Tidak jarang keluargaku dengan keluarga Linda sering berlibur bersama ke Puncak. Karena keluarga Linda mempunyai villa di Puncak maka kami sering memilih untuk berlibur untuk sekedar refreshing disana.

Pada waktu itu aku, tepatnya pada hari minggu, sasudahra dan keluarga kami sedang keluar. So… tinggal aku dengan Linda saja yang berada villa sampai sore hari. Ketika itu karena hari mulai gelap kamipun masuk kedalam villa karena kami sama-sama mempuyai sifat penakut. Ditambah lagi ketika itu lampu villa belum ada yang dinyalakan, ketika itu seringterdengar suara tokek yang membuat kami merinding.

Kami-pun ssudahh mulai bertanya-tanya kemana orang tua kami, karena sampai jam segini belum pulang juga. Ketika itu kira-kira selama pukul 17.15,tiba-tiba Linda mempunyai ide gila, dan dia berkata,

“ Eh Ren, Kami mandi bareng aja yuk !!! ” ucap Linda dengan asalnya.

Mendengar ucapan Linda akupun sempat terkejut. Tapi di usia kami yang dulu masih sama-sama berumur 15 tahun, kami masih agak polos dan tidak mempunyai fikiran tentamg sexs. Kemudian aku-pun menjawab,

“ Busett… gila Loe yak, kami kan berbeda kelamin… huuu… dasar gila… ”,

“ Emang kenapa kalau kami beda kelamin Ren ???, Mamah sama Papah aku aja aja kalau mandi sering barengan ” dengan polosnya Linda mengatakan itu.
Karena dia selalu menagkis perkataanku untuk menolak, maka aku-pun menuruti ide gilanya itu.

Kemudian kami-pun bergegas masuk villa dan mengambil handuk masing-masing di jemuran. Ketiak itu handukku agak basah, soalnnya pada siang hari tadi, aku pakai untuk mengeringkan tubuhku sehabis berenang. Karena melihat handuku basah, ketika itu Laura berkata

“ Anduk loe basah ya Ren, sudahhlah pakai handuk Gue aja, kita barengan aja pakai handuknya ”, ucapnya dengan polos.

“ Oke deh kalau gitu Lin ”, jawabku singkat.

Singkat cerita kamipun bergegas mengunci pintu villa itu dan bergegas masuk ke kamar mandi utama di Villa itu. Sesampainya di kamar mandi, kamipun malu-malu dan sama tidak mau membuka baju kami. Kami saling memerintah untuk membuka baju duluan. Lalu perseteruan kami itupun terpecahkan oleh ideku.

“ Eh Linda… Gini aja biar adil, gimana kalau kami sama-sama balik tubuh, terus buka baju, habis itu bajunya dilempar ke luar kamar mandi supaya kami nggak ada yang bohong ”, ucapku.

“ Wah… bener banget tuh Ren, oke deh deal ”, jawabnya.

Ternyata dia setuju dengan ideku itu, kemudian kami-pun berbalik tubuh dan segera melepas dan membuang baju kami ke arah pintu keluar kamar mandi. Setelah kami sama-sama sama telanjang bulat, kami-pun berbalik tubuh dan saling menutupi bagian-bagian sensitif kami. Diiringi dengan telanjangnya kami, muka kami-pun sama-sama memerah karena malu.

Kemudian aku membuka tanganku, dan meraih tangan Linda yang ketika itu menutupi di payudaranyanya, lalu aku berkata,

“ Lepasin dong tangan Loe Linda, mandi yuk ah… ” ucapku.

Sebenarnya aku sendiri agak kaget ketika melihat paysudahra Linda yang mulai tumbuh itu. Aku tidak mengira ternyata di balik sifat tomboynya itu, Linda mempunyai bentuk tubuh yang sexy sekali. Pada awalnya kami memang sekadar mandi biasa, namun pada akhirnya ketika aku ingin menggosok bagian punggung, aku akhirnya meminta Linda untuk menggosokan punggungku, soalnnya tanganku nggak sampai.

Linda-pun mengiyakan permintaanku, dan dia mulai menggosok dari punggungku sampai pinggangku saja. Ketika itu aku berfikir ssudahh selesai, kemudian aku membalikan tubuhku. Eh ternyata, tanpa sengaja tangannya yang masih menempel di tubuhku terpeleset dan memegang kejantananku. Secara spontan, tiba-tiba tubuhku merasa aneh dan merinding. Tak lama setelah itu, tiba-tiba kejantanankun mengeras.

“ Ma… ma… Maaf Renue nggk sengaja. Aneh ya Punya kamu itu kok agak keras, terus kok tiba-tiba gerak-gerak sendiri ??? ” ucapnya dengan polosnya.

Aku tidak menyangka rupanya dia belum tau, kalau cowok kejantananya dipegang oleh lawan jenisnya pasti akan terangsang dan kejantannya bakal gemeter, terus mengeras sendiri.

“ Bilang aja loe sengaja mau megang punya Gue … Weeekk… ? ”, ucapku menggodanya.

Dia-pun menjadi malu lalu diapun berbalik badan sambil menyuruh aku bergantian untuk menggosok punggungnya. Libido aku saat itu sudah mulai naik, apalagi saat aku mengelus punggungnya dia, mulai bahu, punggung sampai ke pinggang. Beuuhhh… bener-bener aku ngerasain betapa mulusnya kulit dia. Tanpa sadar, ketika itu tanganku-pun sudah sampai pada bagian pantat Linda.
T
ernyata hal itu membangkitkan birahi Linda lalu tiba-tiba membalikan tubuhnya, lalu ngedekap erat di tubuhku. Sampai-sampai aku sendiri ngerasa payudra Linda terhimpit oleh tubuhku

“ Oughhh…. Ssss… Aghhhh…. ”, terdengar desahan keluar dari mulutnya.
Dan disusulnya lagi dengan ucapan,

“ Tangan kamu nakal juga ya Ren Aghhhh…”,ucapnya.

Lalu aku yang sudah tidak tau mau ngapain lagi, spontan aku langsung mencium bibir dia. Dia-pun membalas ciumanku, dan tanganku-pun mulai bergerilia dari pinggang punggung, dan beranjak ke payudaranya. Lalu Linda mulai menggegerayangi tubuhku, berawal dari punggung, lalu turun ke pantatku. Rupanya Linda pernah pernah nonton film porno sebelum aku.

Jadi dari pengalaman ketika melihat film porno, Linda mulai menyedot kejantananku, mengocok dan memaikan kejantananku dengan lidahnya. Sedikit demi sedikit aku-pun meerasa Kejantananku mulai tegak. Sampai pada akhirnya kurasakan Kejantananku tiba-tiba berada didepan bibir Kewanitaan-ya dan Linda-pun merasa geli dan tubuhnya sedikit menggemelihat.

Kemudian tangan kananku membuka buka kran air bertujuan agar sabun di tubuh kami turun semua. Tapi Kejantananku belum pol, jadi masi bisa manjang lagi. Waktu aku maenin payudaranya, dia ngelepasin mulutnya dari bibir aku dan dia memengerang sedikit.

Pada awalnya aku awalnya aku nggak tahu tiap aku maenin, aku cubit dikit, atau ketika kejantananku mengesek Kewanitaan-ya-nya, dia selalu memengerang atau ngerasa geli-geli gimana gitu. Tidak lama lalu dia mencium aku lagi. Kejantananku makin jadi waktu dia ngeluarin lidahnya di mulut aku, sampai kepala Kejantananku akhirnya masuk ke Kewanitaan-ya-nya.

Dia mengerang lagi, tapi kali ini agak keras desahanya, lalu dia bilang kalau itu sakit. Waktu itu, kami sudah mulai dingin, soalnnya kami sudah basah-basahan selama 1 jam, jadi kami sudahhan lalu handukan. Kali ini sudah tidak malu-malu lagi. Aku mulai mengelap tubuh dia sampai ke Kewanitaan-nya. waktu itu, belum banyak bulunya, masih dikit banget.

Waktu aku ngelap, aku jongkok, jadi muka aku pas didepan Kewanitaan-ya-nya. dan dia sengaja, dia tiba-tiba tiba majuin pinggulnya sampai Kewanitaan-ya-nya mendarat di mulut aku, tapi akhirnya dia sendiri yang kegelian. He ”, he ”, he ”,

Sehabis mandi kami lari ke kamarku, soalnnya ga ada yang bawa baju, di kamar kami maen sambil telanjang, aku disuruh duduk diatas pinggang dia. Ternyata dia sudah nggak sabar pengen dimasukin.

Yang Benar saja, dia nyuruh masukin Kejantananku ke dalam kewanitaan-nya. Ketika itu aku tidak mendengarkan perkataan Linda, malah aku maenin dulu kewanitaan-nya.

Terus terang saja, aku belum pernah melihat sedeket ini sebelumnya. Warnanya kewanitaan Linda Ketika itu masih berwarna merah muda dan terlihat menarik sekali.

“ Linda, kok punya kamu baunya wangi yah ? ”, ucapku sembari memperhatikan kewanitaan Linda

Lalu dia berkata padaku, katanya Kewanitaan Linda rasanya manis, makanya aku disuru coba jilat. Lalu aku coba jilat, dan dia mengerang, seolah keenakan, tapi rasanya asin. Rupanya lendir kawin Linda sudah keluar sedikit waktu itu. Lalu aku maenin pake lidah aku sampai dia meremas-remas bantal yang ada di kepalanya. Kalau melihat dari expresinya, dia nampaknya sudah tidak tahan dengan jilatanku.

Sambil mengerang, Linda juga mendesis, persis kaya yang di film porno. Lalu, dia bangun, dia bilang mau gantian. Kali ini aku yang terlentang, dan dia yang masukin Kejantananku ke mulutnya. Aku cuma bisa ngomong,

“ Oughhh… shit… oughhh… Sss… Aghhh… Lin … ”, desahku.

Rupanya suara aku bikin dia tambah On Fire. dia makin kenceng keluar masukin Kejantananku ke mulutnya, kali ini aku yang inisiatif megang kepalanya dia dan aku tahan, sampai Kejantananku aku rasa mentok di tenggorokan dia. Setelah selama 5 menit dia maenin ama Kejantananku,

“ Eumm… Gue udah nggak tahan nih Ren, kita gituan yuk Dho !!! ”, ajaknya nampak on Fire sekali.

Kami berdua tau, bahwa masing- masing dari kami belum pernah negelakuin ini sebelumnya. Dia masih perawan, dan aku masi perjaka ting ting. Aku pegang barang aku yang sudah kenceng banget, lalu aku duduk bentar di pojok luar tempat tidur buat ngambil nafas sesaat, tapi dia dari depan langsung duduk di pangkuan aku dengan posisi ngebuka kakinya dan tubuhnya menghadap ke tubuhku.

Aku langsung lahap payudaranya dia dan dia makin jadi, kepala aku di bekep di payudaranya, sampai aku sendiri ada susa nafas. Aku beruntung, dia itu tipe cewe tomboy tapi sering disuru minum jamu sama nyokapnnya, soalnnya nyokapnnya itu apoteker, katanya buat ngejaga kulit. Jadi payudaranya itu lembut banget, wangi lagi .

Lalu dia memegang Kejantananku dan diarahkan ke lubang kewanitaanya.

Ketika itu aku hanya melihat dari atas lalu

Zlebbb… ”

Masuklah sedikit Kejantananku ke lubang kewanitaanya, dan dia langsung menindih tubuhku, sembari berkata,

“ Aghhh… Ughhh… sakit banget ternyata Ren… Huuu… ”, ucapnya.

Mungkin karena ini yang pertama kali. Tapi ngedenger suara dia, aku makin ngegenjot dikit, aku mengangkat pinggangku, lalu Kejantananku makin masuk, kira-kira masuk setengah. Lalu dia makin merintih, aku tidak tahu Linda merintih sakit atau nikmat. Setelah terangkat aku mulai memutar tubuhku, jadi psosi kami sekarang Linda di bawah dan aku yang diatas.

Dengan posisi itu, aku mulai memasukan pelan-pelan, dan dia makin merintih,
“ Aghhh… Ssss… Aghhh… udah Ren… Oughhh… sakit… Ren…”, ucapny nampak kesakitan.

Karena aku takut dia teriak, aku berkta pada Linda,

“ Ughhh… Tahan bentar Lin, Nanggung nih… Ssss… Aghhh…”, ucapku menenangkanya.
Kemudian aku mencium dia, supaya suaranya tidak terdengar dari luar Villa. Pada akhirnya setelah 30 menit aku berusah keras, pada akhirnya kejantananku-pun masuk semuanya. Dan kali ini dia tidak merasakan sakit lagi, dan malah keasikan. Sembari terus mengerang, dia mulai tersenyum, lalu dia lanjutkan eranganya lagi. Sesekali aku melihat Kejantananku, karena aku takut salah masuk kedalam anusnya.

Ternyata setelah aku lihat, aku sangat tepat sekali memasukan kejantananku pada kewanitaan Linda. Seketika itu juga aku melihat ada darah di antara Kejantananku dan Kewanitaan-nya Linda. Lalu linda,

“ Jangan kaget Ren lihat darah itu, itu adalah darah keperawanku, Aghhh…. ”, ucapnya.

Mendengar ucapanya aku-pun lalu aku mulai meneruskan permainanku, aku keluar masukin Kejantananku, dan Dia-pun memengerang keenakan. Setelah setengah 30 menit aku menggenjot kewanitaan Linda, tiba-tiba aku merasa ujung Kejantananku berdenyut-denyut. Begitu pula mulut kewanitaan Linda, Kewanitaaan Linda juga bergetar dan makin menejepit Kejantananku, Lalu,

“ Ssss… Aghhh… Ren kamu mau keluar yah ??? aghhh… ”, tanyanya sembari menikmati genjotanku.
Belum sempat aku menjawab, lalu dia menimpa perkataanya lagi,

“ Aghh… Buruan cabut Ren, jagan keluari didalam, aku juga mau keluar nih… aghhh… ”, ucapnya.

Karena baru pertama kalinya kami bersetubuh dan badan juga sudah lemas, akhirnya kami-pun orgasme secara bersamaan, dan,

“ Crottt… Crottt… Crottt… ”

Sial sekali akupun mengeluarkan spermaku didalam kewanitaan Linda. Ketika itu Linda sempat kaget juga karena aku menumpahkan spermaku di dalam Kewanitaan Linda. Apalagi dia sadar kalau waktu itu dia belum dapet, soalnnya masih awal bulan, sedangkan dia biasanya mens katanya di minggu-minggu ke tiga. Tapi mau gimana lagi ini semua sudah terlanjur.

Setelah itu, sejenak kami melupakan kejadian yang baru terjadim, aku-pun berciuman dengan Linda, dan dia berkata,

Kenapa tadi nggak ditarik keluar Ren. ntar kalau sampai kenapa-napa gimana coba ??? ”, ucapnya sedikit takut.

Akupun tidak menjawab pertanyaan Linda, lagia sudah terlanjur mau gimana lagi. Lalu kami-pun melakukan hal gila lagi, dengan kejantanan masih menancap, kami coba turun pelan-pelan dari tempat tidur. Lalu kami jalan ke kamar mandi, dan kami berencana mandi lagi soalnnya tubuh kami berkeringat akibat permainan sexs tadi. Lalu kami mandi dengan keadaan kejantananku yang masih menancap.

Singakt cerita setelah kami-pun selesai mandi dan aku melepas kejantananku dari kewanitaa Linda.Kemudian kami-pun memakai baju dan nonton TV sembari berpelukan. Tidak lama kemudian orang tua kamipun datang dan kami bersikap seperti tidak pernah ada kejadian apa-apa. Sungguh pengalaman sexs yang menyenangkan dan lucu sekali.

Semenjak kejadian itu hubungan kami-pun terus berlanjut, kami sering mencuri-cri kesempatan untuk bersetubuh dikala ada kesempatan. Dan satu hal lagi, ternyata Linda di minggu ke 3 dia menstruasi. Kamipun lega dan setelah itu kami sering melakukan hubungan sexs dimana saja. Selesai.

Read more >>

Bersetubuh Dikamar Ganti Mall | ANGEL POKER


Angelpoker.com Tanpa Potongan Meja - kali ini akan menceritakan seorang wanita yang bernama Ratih.Pada suatu hari Ratih ini bertemu dengan teman lamanya Bayu,tentunya Bayu seorang lelaki kaya.sampai suatu ketika karena Bayu patah hati maka Ratih yang jadi pilihan pelariannya.Singkat cerita Ratihpun diajak makan dan setelah itu diajak belanja,berawal dari itu ketika Ratih mencoba gaun di kamar ganti mall,Bayu tiba-tiba masuk ke kamar ganti.Mau tau kelanjutan ceritanya?mari kita simak cerita ini


Hai para pembaca,perkenalkan nama aku Ratih,aku adalah seorang sekretaris di salah satu perusahaan swasta di kota B,aku akan menceritakan pengalaman liarku dengan seorang lelaki bernama Bayu. okey kalau begitu kita langsung menuju ke cerita liarku.Kira-kira sudah 1 tahun aku tidak komunikasi dengan Bayu,secara kebetulan minggu lalu aku bertemu Bayu di dealer mobil.

 Ketika itu secara diam-diam aku kabur dari kantor, Pada siang itu aku bermaksud untuk service mobil, aku mengira hanya sebentar untuk service mobilku, eh ternyata lama juga service-nya. Kira-kira setelah aku menunggu setengah jam, mobilku belum selesai juga service-nya. Tidak terasa hari sudah menjelang sore, ketika itu aku ditelepon dari pihak dealer, katanya sudah beres dan mobilku sudah bisa diambil.
Sesampainya disana ternyata aku harus menunggu lama lagi di lobby dealer mobil itu. Untuk mengalihkan rasa kesal dan bosanku, aku iseng-iseng berjalan dan melihat-lihat mobil-mobil di showroom itu. Nah… di sinilah aku bertemu lagi dengan Bayu, Bayu ini kebetulan bekerja di dealership ini dan dia berposisi sebagai sales. Dari percakapan hari itu, aku tahu bahwa dia mempunyai mobil beberapa mobil mewah.
Oh iya… Bayu ini juga baru putus dengan pacarnya yang sudah lama berhubungan dan tinggal bersama dengan Bayu . Sebenarnya aku tidak ingin keluar dengan laki-laki ini, karena pada dasarnya aku tidak mau dijadikan sebagai pelarian cintan-nya saja. Sampai pada akhirnya ketika itu tepatnya pada hari Rabu sekitar pukul 09.00 pagi, tiba-tiba telepon di meja kantorku berdering.
Lalu aku-pun bergegas mengangkat telefon itu,
“ Hallo… selamat pagi, dengan Ratih di sini, ada yang bisa saya bantu ??? ”, ucapku menjawab telefon itu.
Setelah kuangkat, ternyata terdengarlah suara laki-laki,
“ Pagi juga Ratih, ini aku Bayu,bagaimana kabar kamu sekarang ??? kira-kira kita bisa makan siang bareng kapan nih ??? hhe… ”, ucapnya.
“ Oh Bayu, kabar aku baik kog Dam. Kalau masalah makan siang, aku kayaknya sibuk banget deh minggu-minggu ini ”, jawabku.
“ Oh begitu ya Rat, oke deh minggu depan aja kalau begitu, aku tunggu yah ”, ucapnya.
Singkat cerita kira-kira sudah satu minggu Bayu terus menelefonku tiap hari untuk mengajak keluar. Tak jarang aku berikan bermacam-macam alasan untuk menolak ajakanya. tetapi hari ini nampaknya, dia tidak akan menerima jawaban tidak / penolakan dariku. Bayu ini terus saja terus mendesak dan merayuku, dan pada akhirnya aku-pun mengiyakan ajakan-nya.

“ Hey Ratih, selamat pagi, ini udah minggu depan hlo. Kayaknya kamu udah nggk sibuk deh minggu-minggu ini.hhe.. Siang ini ita makan siang ya Rat ??, hari ini hari yang bagus hlo, nanti aku bolos kerja deh demi kamu…hhe… Gimana ??? ”, ucapnya mulai merayuku.
“ Hah…. Aku-kan hari ini mesti kerja Dam, gimana coba ??? ”, jawabku.
“ Kerjakan pagi-nya, lagian juga ada waktu break-kan Rat ? Nanti pas jam istirahat kamu aku jemput kantormu yah, Oh iya alamat kantormu di mana ??? ”, ucapnya bersih kukuh tanpa menunggu jawaban ya atau tidak dariku.
“ Hemmmm dasar kamu Bay, bisa aja kalau kalau ngerayu cewek. Kalau gitu okey deh, Tapi cuma sebentar aja yah, dan aku enggak boleh telat masuk kerjanya setelah Break ”, ucapku.
Pada akhirnya akupun menyepakati untuk makan siang hari ini dengan Bayu. Selain dia sering megajakku untuk makan siang, tak jarang Bayu juga menawarkan aku untuk makan malam bersamanya. Singkat cerita tibalah jam istirahatku, 1 jam sebelumnya Bayu sudah menelepon untuk mengkonfirmasi jam makan siang kami hari ini.
Setelah itu kira-kira 5 menit sebelum jam istirahatku, Bayu memberi tahu bahwa dia hampir sampai. Sesampainya Bayu sampai dilokasi kerjaku, akhirnya kamipun bertemu dan kami bergegas pergi salah satu restoran Japanese Food. Oh iya guest… Bayu ini orangnya tidak jelek, tinggi 179 cm, berat badan proporsional, orangnya luwes, tapi sayangnya dia mempunyai perut yang agak berlemak.
Tapi kalau dilihat secara keseluruhan dia memang mantap, ditambah lagu dia mempunyai mulut yang pandai berbicara, ( tentu saja dia seperti itu, soalnya dia-kan top sales di daerah sini). Apalagi nantinya aku tahu kalau dia juga memiliki 3 mobil mewah lain di samping Porsche-nya. Aku diam-diam menggunakan mental calculation mengkira-kira pendapatan dan pengeluarannya setiap bulan.
Semua pembayaran mobil, asuransi, rumah, makan dan lain sebagainya. Wow, banyak duitnya, aku pikir, tapi mengeluarkan terlalu banyak uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Lewat mental calculation pula aku menaksir umurnya lebih tua 5 tahun dari aku. Bayu ini mempunyai nafsu makan yang banyak sekali, selain kuat kuat makan dan dia juga kuat minum ( alcoholic).
Ketika itu pada waktu kami makan siang, dia memesan sake dan sampai dua kali lagi dia memesanya. Makan siang kami yang menu makanannya enak ketika itu dia sumpitkan ke piringku, sisanya dia habiskan semua, gila nggak tuh guest, padahal kami memesan banyak sekali makanan waktu itu. Kata Bayu, itupun belum cukup, diakuinya bahwa dia masih bisa tambah dua burger lagi.
Sungguh aku sangat heran untuk porsi makannya yang luar biasa itu, layaknya tubuhnya menyerupai balon, tapi dia tergolong kurus. Terus terang, aku suka laki-laki yang nafsu makannya besar dan tidak takut makan apapun. Ini berbeda hlo dengan dengan yang namanya rakus. Ini pertanda kira-kira nafsu seks-nya juga besar dalam kamusku, hhe.
Sepanjang makan siang, tidak sekalipun dia menyinggung soal pacarnya. Aku pun tidak mau tanya. Aku tidak berminat. Dia menyinggung banyak tempat-tempat kemana dia ingin membawaku, tetapi aku tersenyum saja, tidak memberi tanggapan positif. Sampai akhirnya kita mau berpisah, dia minta nomor teleponku yang personal.
“ Telepon aku di kantor aja lah! ”,
“ Kalau aku pengen ngobrol malam-malam gimana? ”,
“ Well.. ”, aku segan, dia pun tidak memaksa.

Keesokan harinya Bayu meneleponku lagi dan juga lusanya. Sebenarnya aku tidak ada rencana bagaimana harus menghadapinya. Di hatiku sudah ada orang lain. Dasar laki-laki juga, kalau ada maksud mereka tidak pernah bertanya atau perduli kalau kita sudah punya pacar. Pokoknya kalau di jari manis kita belum ada cincin, pasti dikejar terus. Kali ini Bayu mengajakku pergi kencan pada hari Sabtu.
Aku langsung menolak, karena waktu itu aku memang mau ke undangan pernikahan kawan dekatku. bukan Bayu namanya kalau dia menyerah, aku sudah tahu taktiknya, bila makan siang ditolak, dia minta makan malam, bila besok ditolak, dia minta lusa. Dan kali ini Sabtu ditolak, dia minta Jumat malam. Akhirnya aku bilang Jumat malam aku akan pergi ke toko baju beli gaun untuk wedding.
Bayu kepengin mengantar, suatu kebetulan bahwa Jumat adalah hari liburnya, selain Selasa. Aku bukan mau belanja. Aku sudah melirik satu gaun malam warna hitam yang aku suka, tapi belum kubeli sampai sekarang karena lumayan mahal. Sampai akhirnya aku memutuskan Jumat malam akan kubeli saja karena tidak ada yang lain yang lebih menarik.
Bayu menjemputku di kantor lagi malam itu. Di perjalanan yang lumayan jauh dan macet itu, kita mengobrol panjang lebar mengenai apa saja, kecuali mengenai seks-nya. Sesampainya di butik, aku tahu persis di mana letak baju itu.
“ Bayu, aku coba baju dulu ya! Kamu liat-liat barang lain deh, biar enggak bosen nungguin aku ”, ucapku.
“ Kog gitu sih, Aku kan ke sini cuma buat nganterin kamu. Aku tunggu di luar kamar ganti kamu aja yah ”, ucapnya.
“ Okey deh kalau gitu Bay, Makasih ya Bay “, ucapku tanpa rasa curiga.
Aku tersenyum manis sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya menunggu. Aku berpikir si Bayu ini kelihatannya punya hati yang baik. Aku masuk ke kamar ganti yang besar dan mencoba lagi baju itu sebelum benar-benar kubeli. Ternyata tetap seindah kemarin dulu. Gaun panjang ini tidak mengijinkan aku mengenakan bra karena bagian punggungnya sangat terbuka.
Bagian belahan payudaraku-pun lumayan rendah, gaun itu secara otomatis memamerkan 1-2 cm bukit payudaraku. Sbenarnya dengan gaun itu aku terlihat sangat Sexy. Bahannya gaunya yang lumayan tipis terasa menempel di tubuh, memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhku dan paha kananku yang putih mulus karena belahan rok yang cukup tinggi.
Pada waktu itu ketika aku membungkuk, terlihat payudaraku seakan mau meloncat keluar, apalagi saat itu aku mengenakan push up bra, belum kutanggalkan, aku masih ragu pantaskah aku keluar sekedar sopan santun terhadap Bayu. Tapi, buat apa aku bagai model pamer baju dan tubuh di depan dia, aku kan bukan mau pergi ke pesta bersama dia.

Pada akhirnya aku buka pintu menengok keluar, dia masih di sana. Di luar sepi-sepi saja, hanya ada satu dua orang yang sedang berbelanja. Aku pun memutuskan untuk ke luar sebentar. Matanya langsung menangkapku. Aku berucap,
“ Taraaaa… Ini gaun yang aku pilih Bay, bagus kan ??? ”, tanyaku padanya.
Sepertinya dia tidak tahu mau bicara apa. Aku memang terlihat sangat berbeda.
“ Benar-benar cantik kamu Rat ”, ucapnya memujiku.
Ketika itu aku hanya tersenyum. Aku tidak tahu bagaimana tampangnya, tapi pada saat itu aku merasa aku lebih baik darinya. Bayu datang mendekati, barangkali ingin ikut mengamati, tetapi tidak ada komentar lain yang keluar dari mulutnya. Dia hanya bilang,
“ Pas banget di tubuhmu, you should buy it ”,
Sepertinya aku sudah membuat kejantanannya bangun. Aku geli sendiri. Aku pun balik lagi ke kamar ganti. Setelah kututup pintu, tanpa disangka Bayu sudah menyusul di belakangku.
“ Ratih, boleh aku masuk? Ada sesuatu yang janggal tuh… ”, ucapnya.
“ Hahhh… ”, tanyaku heran sambil membuka pintu.
Kemudian Bayu-pun masuk, menutup pintu dan mengunci.
“ Bayu! Kamu enggak boleh masuk ke sini! ”, bisikku tertahan.
“ Ssstttt… !!! Enggak ada yang liat aku masuk ”, ucapnya.
Lalu Dia menyeringai, lalu berbisik tak kalah pelannya.
“ Kamu benar-benar menggairahkan... cuma... tidak seharusnya kamu mengenakan Bra... ”, wajahnya dekat sekali dengan wajahku.
Suasana di luar dan di dalam sangatlah berbeda. Di sini lebih private dan kami dekat sekali. Aku bisa merasakan dirinya sudah terangsang. Tangannya menyentuh bahuku, menarik turun tali BRA-ku satu persatu lewat dari pundakku ke lenganku. Dengan begitu, yang ada di bahuku hanyalah seutas kain bagaikan tali yang berasal dari gaunku.
Lewat sentuhannya di kulitku dan desahan nafasnya, darahku mulai naik. Aku memang tidak punya perasaan khusus untuknya. Bahkan kami baru kenal, tapi aku biarkan tangannya merambat kepunggungku mencari kaitan Bra, aku hanya menahan nafas ketika tercium bau cologne yang dia pakai, dekat sekali. Aku menduga dia memang sengaja mendekatkan begitu supaya aku tidak tahan.
Setelah ditemukan, Bayu melepaskan kaitan itu, kemudian dia menarik talinya lepas dari lengan kiri dan lengan kananku, lalu dia tarik keluar sepotong pakaian dalam itu. Aku berdiri tegak bagai orang terhipnotis, tidak melawan sama sekali terhadap aksinya. Aku sadar, ada seorang laki-laki yang sedang dilanda birahi, aku yang menyebabkannya begitu, dan aku sedang diminta tanggung jawab.
Bayu merangkul pinggangku, membawaku ke dalam pelukannya. Untuk beberapa saat dia hanya merangkulku, kurasakan dadaku yang tidak terbungkus menempel di dadanya.
“ Ratih sayang, aku ingin membina suatu hubungan denganmu, maka... kalau kamu enggak siap, suruhlah aku keluar sekarang, tapi.. ”,
Pelukannya mengerat, kaki kanannya diselipkan di antara kedua kakiku lalu menekankan pangkal pahanya pada diriku, mendorongku ke belakang selangkah sehingga merapat ke dinding,
“ Aku ingin kamu tahu... bahwa pada saat ini, aku sedang mengalami On fire... ”,
Gila! tentu saja aku bisa merasakan benda keras itu di balik celana jeansnya, wong dia dengan sengaja menggesek-gesekkannya di selangkanganku kok. Bersamaan dengan itu, Bayu mendaratkan bibirnya di bibirku dan mulai menciumiku dengan panas. Bibirnya turun ke daguku, lalu naik ke kupingku, di sana dia membisikkan,
“ Oughh... Ratih... you’r my Honey... Aghhh… ”, ucapnya penuh nafsu.
Kemudian turun lagi ke leherku, setiap inci kulitku merasakan kehangatan yang dia berikan lewat bibir dan lidahnya, kadang giginya menggigitku pelan memberiku kenikmatan yang lebih dalam. Otakku saat itu tidak dapat berpikir dengan logis. Aku tidak ingat bahwa lelaki yang sedang mencumbuiku ini baru saja aku kenal. Dua tahun yang lalu kita cuma teman asal lewat saja.
Sekarang setelah bertemu satu kali saja, dia sudah mulai menggerayangi tubuhku. Tidak pernah aku berbuat sejauh ini dengan seorang stranger sebelumnya. Tak tahan lagi aku menggigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, akhirnya aku cuek, aku mendesah dan merintih, bahkan melenguh kuat ketika dia meremas payudaraku. Aku sudah tidak peduli bahwa kami berada di tempat umum.
Siapa saja kapan saja orang bisa lewat dan mendengar suaraku. Di sela-sela ciumannya, ternyata aku masih ingat akan gaun yang akan menutupi tubuhku di pesta besok,
“ Oughhh... Bayu... bajuku ini belum dibayar... hati-hati yah… Ssss… aghhh… ”, ucapku mulai mengikuti permainan Bayu.
Kalimat ini malah mengingatkan dirinya bahwa aku masih berpakaian, diangkatnya bagian rok gaunku ke atas melewati kepalaku. Kini aku bugil, hanya ada celana dalam yang masih menutup kewanitaanku. Bayu kembali menjelajahi tubuhku yang barus saja tertutup, dia menciumi setiap lekuk-lekuk di tubuhku. Entah dia sadar atau tidak dengan suara-suara ribut yang berasal dari mulutku.
Ketika itu aku masih berusaha untuk tidak terlalu ribut, tetapi ketika dia menghisap putingku, aku menjerit tak karuan, pada saat itulah dia merelakan tangan kirinya untuk di mulutku sebagai alat pembungkam. Kugunakan jari-jarinya sebagai pengedap suara yang kugigit-gigit sebagai pengganti jeritan yang keluar. Tapi hanya sebentar saja, karena tangannya kemudian berpindah meremas-remas pantatku.
Aku mulai protes di saat gerakannya kian turun ke bawah, ketika jari-jarinya mulai menyusup ke dalam celanaku dan menyentuh bulu-bulu kewanitaanku. Kepalaku menggeleng-geleng. Aku merasa tidak nyaman, well, at least tidak di tempat begini. Tiba-tiba aku berada di alam sadar. Wajahku yang sejak tadi menikmati aksinya kini mulai terjaga. Tangan Bayu mencoba melorotkan celana dalamku, tapi aku tahan,
“ Stop Bayu…. Cukup sampai di sini... pleaasse, aku enggak bisa melanjutkan.. ”, ucapku.
Aku masih mencegahnya dengan cara menempatkan tangan kiri di celanaku dan tangan kanan mendorong jauh bahunya. Adam menjawab dengan nafas memburu,
“ Oughhh… jahgan sayang...! jangan hentikan sekrang... ”, ucapnya.
Masih dengan mulutnya yang sedang menjilati puting payudaraku dengan menggebu-gebu, sementara dua jari tangannya sudah menyusup lebih dalam lagi mencari klitorisku, dia makin nafsu,
“ Vagina kamu sudah basah kuyup sayanf… Oughhh… ”, ucapnya dengan muka mesumnya.
Aku-pun mengerang tertahan. Aku memang sudah nafsu sekali, aku sudah siap sebenarnya... dia malah masih berpakaian utuh.
“ Bayu! Aku serius! ”,
Akhirnya aku benar-benar menghentikan gerakannya, karena detik berikutnya aku tampar kepalanya. Tidak keras, tapi cukup membuat dia kaget.
“ Whoops.. ”, pikirku. Lalu aku berkata lunak sedikit memelas,
“ Bayu, aku serius, tolong jangan dilanjutkan... aku bisa meledak di sini ”,
“ Ya ledakkan aja. Apa salahnya? Bukankah tadi hampir? ”, Dia tidak marah, cuma agak kesal mungkin.
“ Lebih baik jangan ”,
Ketika itu aku menunduk sembari mengenakan pakaianku kembali. Aku tidak mau nantinya berakhir di kantor security atau apa, pikirku.
“ Ratih, nanti kita lanjutkan di rumahku, setelah makan malam ”, katanya sungguh-sungguh.
Bayu keluar dulu. Aku menyusul di belakangnya dengan tampang innocent, maklum kan, baru mencoba baju, namun kelihatannya wajahku kemerahan bekas gejolak nafsu tadi, mataku sedikit berair karena kenikmatan yang baru saja kualami. Bayu terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan.
“ Ada barang lain yang masih diperlukan? ”, tanya Bayu.
“ Enggak ada! Keperluanku udah komplit ”,
“ Ayo kita cari makanan kalau gitu. Aku lapar banget. Sini bajunya aku bayar dulu ”,
Aku pun berdiri di depan counter siap melakukan transaksi pembayaran.
“ Ngapain dia mau ikut-ikut bayar “, pikirku.
Aku sudah siap dengan kartu kreditku, namun sebelum kartuku diambil oleh sang kasir, Bayu dengan kilat mengambil kartuku, menukarnya dengan kartu NM-nya dan menyerahkan kepada kasir. Aku melotot, protes.
“ Engga apa-apa ”, katanya ringan. Well, mungkin duit segitu tidak berarti apa-apa buatnya, tapi kan bisa jadi beban untukku.
Selesai makan malam, Bayu benar-benar membawaku pergi ke rumahnya. Aku tidak begitu yakin jika aku harus menurutinya atau menolaknya mentah-mentah. Sejujurnya aku ingin menikmati apa yang dia tawarkan, harus kuakui aku memang membutuhkannya. Sudah lama sekali aku tidak disentuh laki-laki, tapi karena tidak ingin kelihatan desperate.
Kemudian aku mengungkapkan bahwa aku mengkhawatirkan mobilku yang masih parkir di lapangan kantor, dia bilang tidak usah takut. Pokoknya beres, katanya. Setiba di rumahnya, Bayu menyuguhkan Whisky. Tanpa ba bi Bu lagi, dia memelukku dari belakang, dan kali ini dia menciumi seluruh bagian belakang tubuhku, mulai dari kudukku sampai ke bawah kakiku.
Lalu setelah itu aku berbalik dan dia naik dari situ menstimulir seluruh bagian depanku inci demi inci. Kami berakhir di ranjangnya, tubuh telanjang dan masih meresapi sisa-sisa kejadian yang baru saja lewat. Aku bangkit duluan. Jam di meja sudah menunjukkan jam 23.00. Aku harus menjemput mobilku dan pulang ke rumahku sendiri. Kami berpakaian.
Ketika itu Adam masih sempat-sempatnya mengganti sarung bantal penopang kepalaku tadi.
“ Ngapain sih? ”, tanyaku tersinggung, karena yang diganti ternyata cuma sarung bantalku.
“ Uemm… ”, dia menatapku dengan tampang bersalah.
“ Mantan-kupun belum pindah keluar dari sini... dia bisa marah besar kalau mencium parfummu ”,
“ Hah! ”, aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti.
“ Aku memang ingin kasih tahu kamu.. ”, katanya menatapku.
“ Maafkan aku.. ”, ucapku.
“ Dia masih tinggal di sini? Dia akan pulang malam ini? ”, ucapnya benar-benar membuat aku merasa terhina.
“ Dia sudah dua hari tidak tidur di sini. Dengar, Ratih, kita benar-benar udah putus, aku udah meminta dia keluar secepatnya, tapi dia butuh waktu mencari tempat tinggal lain ”,
“ Tentunya kamu tidak memerlukan bilang-bilang sebelum semua ini terjadi! ”, kataku sinis.

Singkat cerita aku-pun marah dan pergi meninggalkan rumahnya. Tapi, aku belum bisa terima bahwa aku baru saja tidur di tempat tidur manatan pacar Bayu yang tinggal bersama Bayu. Singkat cerita Akhirnya setelah 3 hari kamipun berbaikan kembali. Aku dan Bayu sekrang menjadi pasangan kekasih, semenjak itu aku menggantikan mantan Bayu dan tinggal dirumahnya seperti mantanya dulu. Selesai.

Read more >>